2 Komposisi Makanan Yang Menurunkan Kinerja Imun

March 17, 2020

 

Dalam musim hujan dan pancaroba tahun 2020, tubuh kita menghadapi hujan dan terik matahari, potensi diare, flu, dan korona. Beberapa diantara penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan virus. Contoh penyakit yang disebabkan virus adalah flu dan korona. Sayangnya beberapa masyarakat yang salah paham mengenai cara penanganan virus dalam tubuh kita. Virus tidak bisa dibunuh dengan antibiotik, mengonsumsi bawang putih, dan buah-buahan setiap hari. Yang dapat mematikan virus adalah sistem imun kita melalui sel makrofag & natural killer cell atau injeksi antiviral. Sehingga lebih tepatnya ketika mengkonsumsi makanan sehat, kita tidak membunuh virus melainkan memberi dukungan agar sistem imun kita tangguh melawan virus.

 

Perlu diingat bahwa makanan juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Berikut ini adalah 2 contoh makanan yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh:

 

1. Makanan Tinggi Gula:

Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) menganjurkan masyarakat untuk membantasi konsumsi gula: tidak lebih dari 54 gram setiap hari. Rupanya anjuran ini tidak hanya sebatas untuk membatasi kalori, namun juga bermanfaat untuk imunitas. Organ yang berperan dalam mencerna gula dalam tubuh, yaitu usus, liver, darah, dan juga darah. Pada organ tersebut gula diubah menjadi energi atau disimpan dalam bentuk lemak atau asam amino (pada kondisi tertentu. Setiap kali kita mengonsumsi gula, kadar gula darah akan meningkat dan insulin akan bekerja untuk mengendalikannya. Mengonsumsi gula dengan jumlah terlalu banyak (seperti gula sukrosa dan gula rafinasi) dapat mempengaruhi produksi sitokin penyebab inflamasi dan meningkatkan respon inflamasi di tubuh (Kiecolt-Glaser 2010).

Contoh makanan tinggi gula: Minuman bersoda, minuman dalam kemasan, makanan fast food

 

2. Makanan tinggi lemak trans

Konsumsi lemak trans dalam jumlah yang berlebih dapat mempengaruhi jalur metabolisme NF-κB pathway dalam tubuh, mempengaruhi produksi sitokin inflamasi, dan berujung pada peningkatan respon inflamasi (Kiecolt-Glaser 2010). 

Contoh makanan tinggi lemak trans: makanan mengandung lemak dan mentega yang dipanggang atau dimasak dengan suhu tinggi

 

Tips: Makanan yang mengandung lemak cis baik untuk tubuh dan bisa diperoleh seperti dari buah alpukat atau minyak zaitun.

 

Baca Juga: Makanan "Imunomodulator" Sebagai Penangkal Virus

 

Apa itu inflamasi?

 

Inflamasi atau peradangan (radang) adalah respon imun terhadap hadirnya senyawa / zat asing di tubuh seperti: bakteri patogen, virus, serbuk bunga, dan senyawa alergi (alergen). Sebagai contoh setelah kita tersengat lebah, kulit kita nampak memerah, bengkak, terasa sakit, dan terasa panas. Contoh lainnya ialah jerawat yang memerah dan terasa sakit, radang tenggorokan, radang paru-paru, demam, alergi, dsb. Setiap kali ada benda asing mengganggu sistem imun, respon inflamasi inilah yang menjadi indikator di tubuh kita (Chen L et al. 2018).

Maka dari itu, rajin mengonsumsi makanan sehat dengan tujuan menjaga imunitas kita juga perlu diperhatikan seperti mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dan tinggi lemak trans. Agar tubuh kita aktif memproduksi sistem imun berkualitas dan siap menghadapi paparan virus dan bakteri patogen.

 

Daftar Pustaka


Chen L, Deng H, Cui H, Fang J, Zuo Z, Deng J, Li Y, Wang X, Zhao L. 2018. Inflammatory responses and inflammation-associated diseases in organs. Oncotarget. 9(6):7204.

 

Kiecolt-Glaser JK. 2010. Stress, food, and inflammation: psychoneuroimmunology and nutrition at the cutting edge. Psychosomatic medicine, 72(4):365.

Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags