Peluang Berkembangnya FoodTech Startup di Indonesia


Industri pangan yang kian berkembang membutuhkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk. Namun seperti apa sebenarnya wujud industri teknologi pangan, di Indonesia nampaknya belum terlihat.


Terdapat industri teknologi pangan dimana anak bangsa menjadi salah satu pendirinya, yaitu Better Nature. Keunikan perusahaan ini, selain mereka mengakui bahwa tempe adalah pangan asli Indonesia, mereka juga mendukung dan menjadikan tempe sebagai alternatif protein dunia yang berbasis hayati (tempe), sehingga selaras dengan tujuan FAO untuk menciptakan industri yang berkelanjutan.

Produk-produk Better Nature: berbagai variasi menu dan seluruhnya berbasis tempe. Sumber: www.betternaturefoods.co


Aplikasi teknologi pangan dapat berupa inovasi makanan untuk membantu masalah kesehatan, bencana, menurunkan berat badan, substitusi daging, dll. Namun mereka tentu membutuhkan paten dari inovasi resep atau teknologi yang mereka temukan. Dapat dikatakan, pengakuan atas inovasi resep atau teknologi mereka adalah jantung dari perkembangan industri tersebut ke depannya. Sehingga muncul pertanyaan: Bagaimana kita menggerakan industri teknologi pangan di Indonesia, menciptakan paten, dan mengembangkannya dalam dunia industri?


Membangun partisipasi dari berbagai stakeholder perlu dikerahkan. Ketersediaan laboratorium terakreditasi, tenaga yang kompeten, pengetahuan dalam dunia bisnis, hingga investor nampaknya akan membuka peluang hadirnya industri-industri teknologi pangan di Indonesia. Anak bangsa memiliki potensi besar untuk menghadirkan ide-ide invoasi pangan yang dapat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pangan dan memenuhi kebutuhan pasar. Belum lagi, program-program food startup accelerator sudah mulai bermunculan. Inilah, peluang dimulainya industri teknologi pangan di Indonesia.(SAA)



Sumber gambar:

unblast.com

www.betternaturefoods.co

#insight #foodtechnology #foodinsight #foodtechnologyproduct #sustainableindustry

Recent Posts